Dunia malam, dimana banyak orang tertidur lelap di balik selimut dengan nikmat dan hangat.

Pada saat itulah Para wanita mulai berjejer di pinggir jalan, dengan pakaian yang mengoda nan aduhai.

Menunggu laki laki hidung belang yang butuh kehangatan sesaat di dalam pelukan.

Dosa tak lagi di pikirkan, yang penting bagaimana cara kami bisa tetap makan esok hari.

Banyak orang memandang kami pelacur hina dan murahan.

Benar...

Terkadang diri ini merasa hina dan kotor tapi apalah daya dunia memang kejam memaksa kami harus bertahan di tengah kehidupan yang terasa memuakkan.

Pertengkaran hingga perceraian Orang tua yang terjadi ketika kami kecil. Itulah yang menyebabkan aku begini

Karena Ayah yang seharusnya menjadi pelindung lalu ibu yang seharusnya memberi Kasih sayang dalam pelukan kehangatan.

hanya menjadi angan angan yang sulit untuk di wujudkan.

Terbuang karena himpitan ekonomi. Itulah yang membuat diri ini kadang serasa tak punya pilihan.

Awalnya aku merasa jijik ketika harus melayani para pria hidung belang. tapi sudahlah ku lakukan apapun untuk uang.

Hingga suatu hari penyakit laknat itupun datang.

Kata dokter itu Aids, Penyakit ganas yang menakutkan.

Sejak awal aku tahu ini adalah resiko jika aku terjun ke dunia malam.

Takut dan penyesalan membuatku menangis sendirian di sudut kamar memikirkan nasib suram hidupku ke depan.

Akhirnya ku ambil keputusan untuk balas dendam.

Benar

Malam ini akan ku balaskan dendam kepada semua laki laki bejat yang telah membuatku begini.

Ku poles wajahku agar tampak secantik bidadari yang rupawan. Harum nan semerbak parfum ku taburkan di tubuhku yang aduhai menawan

Satu demi satu.

Pria hidung belang berhasil ku pikat lalu Ku biarkan mereka menikmati Cinta satu malam bersama tubuhku ini.

Dan hanyut dalam nafsu syahwat penuh kenikmatan.

Pada saat itu yang kupikirkan aku tak ingin mati sendirian, oleh penyakit laknat ini.

Jadi

Kemarilah sayang nikmatilah apa yang bisa kau nikmati malam ini.

Sebab malam ini bisa jadi terkahir kali kau bisa tersenyum melihat tubuhku ini.

Tapi ketahuilah Esok kau mungkin akan menangis terdiam saat kau merasakan penyakit yang kurasakan saat ini.

Lalu seiring berjalannya waktu.

Kurasakan tubuhku melemah. Tapi entah kenapa rasa dendam di dalam hatiku ini tak bisa ku padamkan.

Sendirian tak ada kawan.

Aku hanya bisa berbaring di ranjang. Dan merasa kesakitan.

Mungkin ini ajal dari hidupku. Kurasakan rasa sesak yang teramat sakit di dadaku.

Sakit yang yang luar biasa sakit yang belum pernah kurasakan selama hidupku.

Hingga mata ini tak mampu ku pejamkan.

Lalu samar samar ku dengar suara samar di samping tempat tidurku.

Lihatlah wanita itu sungguh kasihan, selamat datang di gerbang kematian wahai kawan yang penuh dengan dosa dan kemaksiatan.

Rasakanlah ajal ini dengan penuh kesakitan.

Dan Ku tunggu kau di neraka jahannam.

Akulah iblis kawanmu yang selalu Setia berada di sampingmu.

Tak peduli kau dalam keadaan senang ataupun susah.

Aku selalu Setia berada di sampingmu dengan satu tujuan membawamu menjadi teman di dalam neraka jahannam.

Kau tahu kawan

Hidup ini bukanlah hanya sebuah senda gurau dan permainan.

Tapi sebuah ujian yang di berikan oleh tuhan.

Kau bebas memilih menjalani kehidupan sebagai pencari surga atau penikmat neraka.

Dan kau telah memilih cara hidup sebagai penikmat neraka. maka Tunggulah sebentar lagi aku akan ada di neraka bersamamu.

Jadi rasakanlah dan nikmati ajalmu yang sungguh Malang.

The end

Ini hanyalah sebuah karya fiktif alias hanya karangan dari penulis. Terimakasih sudah membaca.